Tentang AHa!?

Saya yakin Anda pernah bingung, panik karna belum menemukan jawaban atas pertanyaan yang ada di benak Anda.

Dan tiba-tiba tercetuslah jawaban/ide.
Anda berteriak "AHa!?".
Itulah moment "AHa" Anda.
"AHa" adalah keterkejutan yg nikmat.

Semakin banyak "AHa" semakin baik. Artinya, Anda adalah pemikir kreatif yang produktif.

Ada yang menemukan "AHa"nya melalui lamunan, permenungan/dalam diam, melalui suasana yang hiruk-pikuk/di tengah keramaian.
Jadi, momentum "AHa" itu bisa terjadi di mana saja, kapan saja.

Saya bisa menemukan momentum "AHa" di mana saja. Ada yang ketemu saat baca buku/email/majalah/iklan, browsing internet,ikut milis, dengar radio, ngobrol, ikut seminar, nonton tv/film, JJS, dengar musik, menguping pembicaraan orang lain, mandi, menyetir, dsb. Yang jelas, banyak banget.

Anda pun tentunya punya banyak momentum "AHa" seperti saya. Temukan sebanyak mungkin "AHa" Anda. Pasang mata, pasang kuping. Jadilah orang yang peka untuk menangkap momentum "AHa" ini. Bergeraklah, jangan diam saja. Lakukan sesuatu.
Jadikan itu pembuka jalan untuk sukses Anda.

Memandang ringan hak sukses

Kej 25 : 29 -34 Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang. Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom. Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu." Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?" Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya. Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.

1. Esau tidak menyadari dan sengaja menyerahkan hak kesulungan, hak karena merupakan pemberian otomatis, bukan karena suatu usaha dan bukan karena pilihan kita. Dimana hak tersebutbisa dikatakan sebagai sebuah modal yang dapat menghantar seseorang untuk sukses.

2. Orang yang memandang ringan kehidupan yang sukses, yang tidak pernah mengimpikannya/mengingingkannya akan cenderung membesar-besarkan masalahnya, mudah putus asa.

3. Akibat meremehkan hak sukses
Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan (Ibr 12 :16)

Kej 27:31-38 Ia juga menyediakan makanan yang enak, lalu membawanya kepada ayahnya. Katanya kepada ayahnya: "Bapa, bangunlah dan makan daging buruan masakan anakmu, agar engkau memberkati aku." Tetapi kata Ishak, ayahnya, kepadanya: "Siapakah engkau ini?" Sahutnya: "Akulah anakmu, anak sulungmu, Esau." Lalu terkejutlah Ishak dengan sangat serta berkata: "Siapakah gerangan dia, yang memburu binatang itu dan yang telah membawanya kepadaku? Aku telah memakan semuanya, sebelum engkau datang, dan telah memberkati dia; dan dia akan tetap orang yang diberkati." Sesudah Esau mendengar perkataan ayahnya itu, meraung-raunglah ia dengan sangat keras dalam kepedihan hatinya serta berkata kepada ayahnya: "Berkatilah aku ini juga, ya bapa!" Jawab ayahnya: "Adikmu telah datang dengan tipu daya dan telah merampas berkat yang untukmu itu." Kata Esau: "Bukankah tepat namanya Yakub, karena ia telah dua kali menipu aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula berkat yang untukku." Lalu katanya: "Apakah bapa tidak mempunyai berkat lain bagiku?" Lalu Ishak menjawab Esau, katanya: "Sesungguhnya telah kuangkat dia menjadi tuan atas engkau, dan segala saudaranya telah kuberikan kepadanya menjadi hambanya, dan telah kubekali dia dengan gandum dan anggur; maka kepadamu, apa lagi yang dapat kuperbuat, ya anakku?" Kata Esau kepada ayahnya: "Hanya berkat yang satu itukah ada padamu, ya bapa? Berkatilah aku ini juga, ya bapa!" Dan dengan suara keras menangislah Esau.

Jadi, jangan sia-siakan hak /berkat yang menyertai kita untuk meraih kesuksesan. Jangan juga sia-siakan kesempatan. Mungkin peluang/kesempatan datang itu tidak sesuai gambaranmu. Kunci kesuksesan adalah bagaimana kita selalu siap karena sudah mempersiapkan diri dan bertemu dengan peluang/kesempatan. Kita orang percaya memiliki sebuah pengharapan, bahwa hidup kita akan berhasil dan beruntung!

Yos 1 : 8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Memberi Uang ke AnJal, Mendidik?

1. Kita mesti sadar, bahwa harta yang kita miliki sepenuhnya milik Tuhan. Dari Tuhan. Dia yang memberi, Dia yang berhak pula atasnya. Kita adalah pengelola
TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" (Ayb 1 : 21)
Kesadaran yang paling mendasar adalah milik Tuhan bukan hanya 10 %.

2. Tuhan telah memberikan kepada kita kemampuan / kuasa untuk menarik kekayaan.
Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. (Ul 8 : 18)

3. Tuhan yang adalah Tuhan pencipta, kita diciptakan menurut gambar dan rupaNya, artinya kita juga memiliki kemampunan mencipta dari yang tidak ada menjadi ada - kuasa kreatifitas.

4. Tuhan kita kaya, menjadi miskin, supaya kita yang miskin menjadi kaya
Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya. (II Kor 8 : 9)
Kesimpulan dari no 2-4 adalah : Kita adalah orang kaya, jangan takut memberi !

Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan (Ams 11 : 24);
Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan, tetapi orang yang menutup matanya akan sangat dikutuki. (Ams 28 : 27)

5. Setiap kita ingin menyenangkan hati Tuhan, menyenangkan hatiNya berarti telah mengetahui isi hatiNya, kerinduan dan fokusNya. Hati Tuhan ada pada orang miskin. Melayani orang miskin sama artinya melayani Dia sendiri.

Mat 25 : 35 - 40 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Dan dimana harta kita berada disitu hati kita tertuju. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. (Mat 6 : 21). Artinya, pemberian yang menyenangkan hatiNya adalah pemberian kepada orang miskin.

6. Selama bumi masih ada, berlaku hukum tabur tuai.
Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam." (Kej 22 : 8)
7. Tuhan sediakan benih (hanya) kepada penabur, jadi benih itu diberikan kepada orang yang menabur.
Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; (II Kor 9 : 10).

Penabur- orang itu kebiasaannya, cara pikirnya menabur!, benih bukan untuk disimpan, tetapi untuk ditaburkan kembali.

8. Semakin banyak engkau menabur, semakin besar kemungkinan untuk menuai. Tidak menabur maka tidak menuai.
Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Luk 6 : 38)

Point di atas kita dapat memetik kesimpulan: hukumnya sudah pasti, tetapi kita sendiri yang bertindak seolah-olah meragukan hukum tersebut. Hukum itu berlaku-bahwa kita akan menuai kalau kita menabur terlebih dahulu. bukan seperti yang dunia ajarkan bahwa kalau kita telah menerima sesuatu baru kita bisa memberi. Jika kita hidup dengan keyakinan dunia maka seperti ukuran yang kita pakai maka itu yang akan terjadi dalam hidup kita. Kita mesti alami terlebih dahulu perubahan mental dan cara pandang kita. Fokus menabur bukan untuk tuaian, tetapi orang yang menabur tahu , bahwa panen/tuaian itu untuk ditabur kembali ...

9. Yang pasti adalah : benih sudah disediakan bagi penabur, pasti kita menuai kalau menabur. Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai (Maz 126 :5).

Bagian Tuhan adalah mempertumbuhkan benih tersebut.
Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan ( I kor 3 : 6)

Bagian kita adalah tetap percaya dan sabar.
Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. (Yak 5 : 7)


10. Engkau memberi makan Tuhan, maka Tuhan akan memberi makan dirimu.
Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum (Ams 11 : 25)
Anda akan diberi minum, mungkin Tuhan tidak langsung memberimu air untuk minum, tetapi Dia memberikan kemampuan untuk engkau bisa mendapatkan air.

Engkau akan disembuhkan ! (Maz 41 : 1-4) - sembuh dari setiap kesakitan, terhindar kecelakaan, dll Artinya engkau akan dipulihkan, alami sukses gilang gemilang, hidup dalam keberuntungan/kemujuran! diawali dengan sebuah sikap :

Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah!

TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka. TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya, sehingga ia disebut berbahagia di bumi; Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya! TUHAN membantu dia di ranjangnya waktu sakit; di tempat tidurnya, Kaupulihkannya sama sekali dari sakitnya.

Jadi,...

1. Kita itu adalah orang-orang yang diberkati, bahkan kekayaan diperintahkan Tuhan mengejar kita. (Ul 28 :2) -Segala berkat ini akan datang kepadamu

2. Jangan pernah takut memberi. Selama bumi masih ada, kita pasti akan menuai. Untuk menabur, Tuhan sudah sediakan benihnya.


3. Nantikanlah dengan sabar, bagian Tuhan adalah mempertumbuhkan benih

4. Menabur ke orang miskin itu melayani Tuhan. karena ke orang miskin engkau tidak meminta balasan.

5. Sewaktu engkau menabur, sesungguhnya engkau sudah menerima, yaitu menerima kesempatan untuk memberi !

6. Ada janji Tuhan, saat engkau memperhatikan orang miskin maka hidupmu ada dalam perhatian Tuhan ! Karena engkau sedang berjalan dalam destiny dan menyatakan iman keyakinanmu, mewujudkan gambar dan rupaNya, bahwa Ia Allah yang kaya, peduli kepada orang miskin, dan hidupmu yang telah diberkati, dipakaiNya untuk menjadi saluran berkat.

Rangkaian peristiwa kehidupan Yesus, adalah rangkaian rentetan dari solidaritas yang satu ke solider yang lain. Ia sebagai bayi lahir di kandang karena ia solider/ingin bersama-sama dengan gembala di padang.

7. Pertanyaannya :
Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. (Mat 26 : 11)

Orang miskin selalu ada padamu : setiap saat, kita memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu bagi mereka.

Tuhan tidak akan selalu bersama-sama kamu, karena Ia ada di dalam kamu, tidak semestinya kita menunggu tanda-tanda melihat Tuhan. Tetapi biarkanlah melalui hidup kita, orang miskin melihat Tuhan di dalam kita dan kita menemukan Tuhan di dalam mereka karena kita sedang melayaniNya.

apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada ... ?

Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Yoh 21 : 15

1. Mefiboset

Yonatan, anak Saul, mempunyai seorang anak laki-laki, yang cacat kakinya. Ia berumur lima tahun, ketika datang kabar tentang Saul dan Yonatan dari Yizreel. Inang pengasuhnya mengangkat dia pada waktu itu, lalu lari, tetapi karena terburu-buru larinya, anak itu jatuh dan menjadi timpang. Ia bernama Mefiboset (2 Sam 4 : 4)
II Sam 19:24 - 30 Juga Mefiboset bin Saul menyongsong raja. Ia tidak membersihkan kakinya dan tidak memelihara janggutnya dan pakaiannya tidak dicucinya sejak raja pergi sampai hari ia pulang dengan selamat. Ketika ia dari Yerusalem menyongsong raja, bertanyalah raja kepadanya: "Mengapa engkau tidak pergi bersama-sama dengan aku, Mefiboset?" Jawabnya: "Ya tuanku raja, aku ditipu hambaku. Sebab hambamu ini berkata kepadanya: Pelanailah keledai bagiku, supaya aku menungganginya dan pergi bersama-sama dengan raja! --sebab hambamu ini timpang. Ia telah memfitnahkan hambamu ini kepada tuanku raja. Tetapi tuanku raja adalah seperti malaikat Allah; sebab itu perbuatlah apa yang tuanku pandang baik. Walaupun seluruh kaum keluargaku tidak lain dari orang-orang yang patut dihukum mati oleh tuanku raja, tuanku telah mengangkat hambamu ini di antara orang-orang yang menerima rezeki dari istanamu. Apakah hakku lagi dan untuk apa aku mengadakan tuntutan lagi kepada raja?" Tetapi raja berkata kepadanya: "Apa gunanya engkau berkata-kata lagi tentang halmu? Aku telah memutuskan: Engkau dan Ziba harus berbagi ladang itu." Lalu berkatalah Mefiboset kepada raja: "Biarlah ia mengambil semuanya, sebab tuanku raja sudah pulang dengan selamat."

Meskipun berada di istana, tanpa Raja, Mefiboset tidak mau menikmatinya. Ketika Mefiboset pada akhirnya harus berbagi kekayaan, baginya kekayaan itu tidak sepenting mendapatkan kembali Rajanya. Meskipun Mefiboset timpang dan ia bisa saja punya alasan untuk menyalahkan orang/keadaan, tetapi ia memilih untuk memiliki kualitas sikap. Setia artinya selalu tiada akhir.

2. Yakub
Kej 32 : 24 - 29 Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu. Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub." Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang." Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.

Yakub sadar, meskipun ia tidak seorang diri akan bertemu Esau, namun ia seakan-akan sendiri karena tanpa Tuhan. Ia tahu tanpa Pribadi yang memberi berkat, berkat itu tidak memberikan ketenangan, kedamaian yang memampukan ia untuk berani menghadap Esau.

Salah satu yang dikerjakan Alla adalah memberikan nama baru. Tanda identitas, kelahiran baru. Tuhan tidak memberkati Yakub, tetapi Tuhan memberkati Israel.


3. Zakheus
Luk 19 : 6 -8 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.

Keselamatan terjadi saat menerima Yesus (dengan sukacita), memprioritaskan-menempatkan Dia di tempat yang terutama lebih dari kekayaan-apa yang dimilikinya (pertobatan).

Pertobatan tidak mengharuskan kita menjadi miskin, tetapi hati dan orientasi kita memperhatikan orang miskin, tidak menganggap diri kita lebih.

Bayangkan jika ini terjadi dalam hidup kita. Keluarga semestinya menjadi prioritas utama kita, penyesalan di akhir hidup bukan karena apa yang tidak bisa kita lakukan, tetapi hal-hal kecil yang dapat kita lakukan namun tidak kita kerjakan

About Rocky-sylvester (from tonny robbins)

U r what u think! - Brian Tracy

Kuasa jaringan

The power of 250

Konon ceritanya, kenapa phone book standar mampu menampung 250 item data,
karena menurut penelitian setiap orang memiliki/mampu mengingat 250 orang

Kita asumsikan minimum 250 orang, bayangkan berarti setiap insan yang lahir dimuka bumi
memiliki kemampuan dan disertai oleh 250 'malaikat' di lingkaran terdekat dalam hidupnya.

Lebih mudahnya, jika Anda seorang marketing, Anda memiliki calon potensial sebanyak 250 orang
dan Anda sudah memiliki 250 x 250 = 62500 calon customer baru

Engkau mungkin merasa punya teman yg tidak kau senangi dan pernah dikecewakan teman,
tetapi percayalah itu juga jadi guru, teman untuk belajar,
motivator yang membantu kita meningkatkan kapasitas kita

Tuhan tidak pernah memerintahkan, untuk kita menguasai sesama kita.(Kej 1 : 28)
Tetapi Tuhan mengatakan bahwa tidak baik manusia seorang diri saja.
Ayat ini tidak bicara kepada mereka yang pacaran / mau menikah.
Tetapi kebutuhan dan kodrat manusia supaya manusia berkomunitas.

2 kata yang menghancurkan

kita sering mengucapkan namun seringkali tidak menyadari betapa hebat kuasa dari 2 kata ini :

1. terserah.
sesekali tidak ada salahnya kita mengatakan terserah, sebagai bentuk penghormatan terhadap orang lain.

Dengan mengatakan terserah, bukan berarti kita tidak mengambil keputusan. Tetapi kita memutuskan untuk tidak mengambil keputusan, dan itu berarti kita telah menyerahkan hak dan otoritas serta menerima konsekuensinya dari orang lain.

Namun, bagaiaman jika itu bukan masalah mau makan/minum apa, mau jalan-jalan kemana. tetapi jika itu mengenai mau dibawa kemana hidup kita ini?

2. lumayan.
Dalam kitab wahyu, kita hanya diberi 2 pilihan: panas atau dingin (Why 3 : 16).
Sementara itu kita seringkali terbiasa untuk berada pada posisi biasa-biasa saja.
"Lumayan" yang dalam prakteknya termanifestasi pula dalam hal sepele. Misalnya teh panas atau dingin, tetap ada pilihan ketiga teh hangat. Teh manis atau tawar, pilihan lainnya teh gipet (legi sepet). nasi goreng pedas atau tidak, tersedia yang pedasnya biasa saja. Mie godog/rebus atau goreng, ada pula mie yang digoreng tetapi ada sedikit air. Mangga masak/matang dengan mangga mentah, ada pula yang menyenangi mangga yang setengah matang.

Akhirnya kita seringkali menjadi orang yang biasa, cari aman. Langkah tercepat untuk kejatuhan adalah berusaha menyenangkan banyak orang.

Kita tidak mau all out, karena takut dibilang fanatik. kadang kita mendengar orang berkata cukup menjadi orang baik, namun jika kita tidak sungguh-sungguh baik, kita hanya setengah-setengah maka kita belum bisa dikatakan baik.

Tuhan sendiri mengajarkan kepada kita supaya kita harus memberi / memiliki nilai diri yang lebih. harga diri kita naik karena ada keunggulan kualitas.
Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. (mat 5 : 41).


Jika kamu sudah berhenti, puas dengan yang baik, maka yang terbaik tidak pernah datang.

Firman Tuhan katakan :
Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan,
jadi orang beriman satidak cukup !

dan kepada kebajikan pengetahuan,
jadi orang baik saja belum cukup!

dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.
(II Ptr 1 : 5-7)
Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik (Ams 19 :2)
jadi orang rajin saja juga belum cukup!

Kita harus menjadi yang terbaik karena kita sudah menerima, memiliki yang terbaik sehingga bisa memberi yang yang terbaik.

is divine power hath granted unto us all things that pertain unto life and godliness (II Ptr 1 : 3)
Kuasa Ilahinya adalah jaminan untuk kita hidup dan saleh.

Dengan demikian kita akan memuliakan Bapa di Surga - oleh karena perbuatan kita bagaikan terang yang menyala. (Mat 5 : 16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." )