Tentang AHa!?

Saya yakin Anda pernah bingung, panik karna belum menemukan jawaban atas pertanyaan yang ada di benak Anda.

Dan tiba-tiba tercetuslah jawaban/ide.
Anda berteriak "AHa!?".
Itulah moment "AHa" Anda.
"AHa" adalah keterkejutan yg nikmat.

Semakin banyak "AHa" semakin baik. Artinya, Anda adalah pemikir kreatif yang produktif.

Ada yang menemukan "AHa"nya melalui lamunan, permenungan/dalam diam, melalui suasana yang hiruk-pikuk/di tengah keramaian.
Jadi, momentum "AHa" itu bisa terjadi di mana saja, kapan saja.

Saya bisa menemukan momentum "AHa" di mana saja. Ada yang ketemu saat baca buku/email/majalah/iklan, browsing internet,ikut milis, dengar radio, ngobrol, ikut seminar, nonton tv/film, JJS, dengar musik, menguping pembicaraan orang lain, mandi, menyetir, dsb. Yang jelas, banyak banget.

Anda pun tentunya punya banyak momentum "AHa" seperti saya. Temukan sebanyak mungkin "AHa" Anda. Pasang mata, pasang kuping. Jadilah orang yang peka untuk menangkap momentum "AHa" ini. Bergeraklah, jangan diam saja. Lakukan sesuatu.
Jadikan itu pembuka jalan untuk sukses Anda.

Hikmat dan pengertian

  1. Hidup dalam Kerajaan Allah diekpresikan oleh ketaatan terhadap Raja dan KonstitusiNya. Siapa yang mengatur hidupmu akan menentukan bagaimana Anda menjalani hidupmu. (Mat 6 : 33)
  2. Memiliki kehidupan yang terencana dengan baik dan komunitas yang bisa dipercaya, terbuka (accountable) akan membantu kita untuk memenangkan peperangan. (Ams 24 : 6)
  3. Milikilah cara hidup dengan sebuah kualitas hati yang dapat menarik perhatian dan melunakkan hati Tuhan, itulah arti sebuah keintiman (Zak 8 : 21-22)
  4. Ada Tuhan dibalik ketaatan. Dimana ada pertobatan disitu ada pencurahan.
  5. Dalam I Kor 9 : 25 – 26, 2 arti hidup : Hidup adalah sebuah pertandingan, karena itu kita tidak boleh menyerah sebelum meraih kemenangan, dan hidup adalah sebuah perjalanan menuju suatu tujuan, karena itu kita tidak boleh berhenti sebelum mencapai garis akhir.
  6. My cry brought me right into His Presence- a private audience! God made my life complete when i placed all the pieces before Him. When i cleaned up my act, He gave me a fresh start. God rewrote the text of my life when i opened the book of my heart to His eyes. (II Sam 22: 7, 21, 25- MSG)
  7. Strip down, start running—and never quit! No extra spiritual fat, no parasitic sins. In this all-out match against sin, others have suffered far worse than you, to say nothing of what Jesus went through—all that bloodshed! So don’t feel sorry for yourselves. This trouble you’re in isn’t punishment; It’s training, the normal experience of children.. for it’s the well-trained who find themselves mature in their relationship with God (Heb 12:1,4,7,11-MSG)
  8. Get as rich as you want through cheating and extortion, but eventually some friend of the poor is going to give it all back to them. God has no use for the prayers of the people who won’t listen to Him. A miser (kikir) in a hurry to get rich doesn’t know that he’ll end up broke (Prov 28:8-9,22-MSG)
  9. If you get ride of unfair practices, quit blaming victims, quit gossiping about other people’s sins. If you are generous with the hungry and start giving yourselves to the down-and-out, your lives will begin to glow in the darkness, your shadowed lives will be bathed in sunlight. I will always show you where to go. I will give you a full life in the emptiest of places. You’ll be like a well-watered garden.. that never runs day (Isaiah 58” 9-11-MSG)
  10. Friends, this world is not your home, so don’t make yourselves cozy in it. Don’t indulge (menurutkan) your ego at expense of your soul. Life an exemplary life among the natives so that your actions will refute (membuktikan salah) their prejudices. Then they’ll be won over to God’s side and be there to join in the celebration when He arrives (I ptr 2 : 11-12-MSG)
  11. Kepuasan dalam hidup terjadi bukan karena telah tercapainya semua hal yang diinginkan tetapi karena kesadaran akan berapa banyak hal yang sudah didapatkan (Ibr 12 : 28)
  12. Ukuran tubuh yang kita miliki tidaklah terlalu penting, ukuran otak yang kita punya memang penting, tetapi ukuran hati yang kita miliki sangatlah penting Fil 2 : 5
  13. Train me in good common sense; I’m thoroughly committed to living Your way. You are good and the source of good. Train me in your goodness. My troubles turned out all for the best—they forced me to learn from Your textbook. With Your very own hands You formed me; now breathe Your wisdom over me so i can see now, God, that Your decisions are right; Your testing has taught me what’s true and right (Mzm 119 : 65, 68, 71, 73, 75-MSG)
  14. I’m saying is, grow up, you are kingdom subjects, life generously and graciously toward others, the way God lives toward you. (Mat 5 : 44, 48- MSG)
  15. My son, (reverently0 fear the lord and the King (respect your leaders), and do not associate (make a connection, spend time, work or do business) with those are given to change (of allegiance-kesetiaan and are revolutionary) for their calamity (great disaster) shall rise suddenly , and who knows the punishment and run (destruction)which both (the Lord and the king) will bring upon (the rebellious)? Prov 24 : 21-22 – Amp
  16. Do not be content with Moses (pulled out), he never made it to the promise land! May you have heart of Joshua’s, who stayed at the tent meeting when Moses returned to the camp (Exod 33 :11-AMP), for wasn’t satisfied with serving Moses, he wanted Jehovah Himself yet, may you also have Joshua’s spirit of submission who let his master, Moses, taught him to fight with Amalek (17: 9-13) ; As a response God prepared him to replace Moses (17 : 14); then Moses built altar and called the name of it, ”The Lord is my Banner (=Joshua) (17:15). Therefore this is my prayer for you: That you make it to the land flowing with milk and honey; that “Not one thing has failed of all the good things which the Lord your God promised concerning you (Joshua 23: 14)
  17. The word of God is an unlimited source for the meaningful life in Christ. The deeper you dig into it, the more open doors you shall find to hidden treasure
  18. “I will surely gather all of you O Jacob.. the breaker (the Messiah) will go up before them . They will breakthrough (burst all confinements=meledakkan kurungan-kurungan), pass in through the gate and go through it, and their King will pass on before them, the Lord at their head.” (micah 2:13)
  19. I find my self praying for you with a glad heart, so this is my prayer: That your love will flourish and that you will not only love much but well. Learn to love appropriately. You need to use your head and test your feelings so that your love is sincere and intelligent, not sentimental gush (sudden outburst) . Live a lover’s life, circumspect (very careful esp. to avoid danger) and exemplary, a life Jesus will be proud of: bountiful (giving generously) in fruits from the soul, making Jesus Christ attractive to all , getting everyone involved in the glory and praise of God (Phlp 1: 4, 9 – 11-MSG)
  20. Sikap, tingkah laku, cara hidup sama pentingnya dengan kemampuan. Mat 7 : 12
  21. Sebagian dari hidup tergantung dari apa yang kita buat, dan bagian lainnya tergantung pada teman-teman yang kita pilih
  22. Orang bijak memutuskan untuk dirinya sendiri setelah mempertimbangkan pendapat orang lain. Orang biasa memutuskan untuk dirinya sendiri hanya dengan mengikuti pendapat orang lain.
  23. Tetaplah konsisten pada keputusanmu, tetapi tetaplah flexible pada cara pencapaiannya.
  24. Jangan menunggu! Waktu yang benar-benar tepat tidak akan pernah tiba, mulailah bergerak sekarang dan bekerjalah dengan apa yang ada. Hal-hal lain yang lebih baik akan ditemukan saat mulai.

Kisah ini belum berakhir

Tentunya, Anda pernah melihat film layar lebar, drama, sinetron, dll .
Anda pasti pula punya favorite film, yang begitu berkesan dan membekas dalam ingatan bergantung pada jenis/selera.
Namun, bagaimana Anda bisa menilai sebuah film ini bagus dan menginspirasi, tidak romantis, seru, skenarionya bikin penasaran, dll jika Anda hanya melihat 10 menit pertama dari durasi kurang lebih 2 jam?

saya dan Anda telah terpilih dalam audisi dari jutaan pesaing, sebagai pemeran utama "Sang Superstar" oleh Raja kondang, Sutradara hebat, Pencipta ulung.
Oleh sebab itu, saya dan Anda menerima kepercayaan untuk mewarisi sifat/kodrat Illahi (Divine Nature - 2 Pet 1:4)

Destiny sudah ditentukan, skenario / akhir ceritanya sudah dituliskan. Namun demikian improvisasi saya dan Anda dalam bermain menentukan kualitas dari film ini.

Saat Kristus berkata, Mari Ikutlah Aku.
Maka sebenarnya itu bermakna proses itu sama pentingnya dengan menemukan destiny.
Dia lebih tertarik pada proses, Dia tidak pernah mengubah akhir cerita, namun demikian Ia memberikan kebebasan, kadangkala Ia memberikan kesempatan pengulangan-pengulangan supaya Anda bisa bermain lebih cantik, piawai dalam film perjalanan kehidupan.
Memang, kadangkala kita memahaminya seakan-akan ending kisah ini ditentukan oleh Anda dan saya.

Selama kita masih bisa menghirup udara, matahari terbit di ufuk timur, kita masih sehat dan bisa melakukan sesuatu maka berarti cerita belum berakhir.

Saudara… Anda dan saya telah dilahirkan sebagai elang, jadilah elang. Bukan ayam.
Kita telah dibentuk menjadi harimau, jadilah harimau. Bukan kucing.
Anda telah dipilih untuk berperan sebagai pemenang,
bangkit dan jadilah a winner. Bukan a looser.
Anda dan saya ditentukan sebagai orang sukses, Jadilah success people. Bukan orang gagal.
Anda diciptakan sebagai tokoh bahagia, bertindaklah bahagia. Bukan perilaku sedih.

" ikan menjadi kuat karena melawan arus”
“ Karang kuat karena dihantam ombak”
“ Kayu yang kokoh karena diterpa angin”
Pressure can break a stone or made it into diamond

KESUKSESAN berawal dari MEDITASI FIRMAN


Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN,

dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air,

yang menghasilkan buahnya pada musimnya,

dan yang tidak layu daunnya;

apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Maz 1 : 1-3)

Yos 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Setiap kali kita bertanya apa yang menjadi keinginan Tuhan untuk kita, maka yang muncul sebagai kesimpulan adalah ketaatan. Ketaatan terhadap Firman Tuhan. Dan bagaimana kita bisa taat, jika kita tidak tahu apa yang kita mesti taati?

Dan setiap kali kita bicara mengenai radikal, itu bukan berarti kita bertindak gila, melanggar hukum dan berbeda dari pada umumnya. Tetapi kembali pada akar, dasar yaitu apa yang dikatakan Firman Tuhan terhadap hidup ini.

Firman itu bersama-sama dengan YHWH, dan Firman itu adalah YHWH. (Yoh 1:1), karena Injil adalah kuasa YHWH (Rm 1:16). Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. (Yoh 6 : 63)

Persoalannya, Firman yang penuh kuasa dan ada kehidupan di dalamnya tidak pindah dalam kehidupan realita sehari-hari.

Kembali pada apa yang dikatakan Firman, dengan memperkatakan dan merenungkan Firman Tuhan, ada:

  1. Janji Tuhan yaitu keberhasilan dan keberuntungan
  2. Mendapatkan kekuatan, makanan untuk bertumbuh
  3. Bermanfaat dan relevan, mengenali dan bergerak sesuai agendaNya
  4. Ada kehidupan dan apa saja yang diperbuatnya berhasil.
  5. Membersihkan/menjaga kehidupan

Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. (Maz 119: 9)

Mengapa mesti memperkatakan ?

  1. Karena Iman timbul dari pendengaran akan Firman Kristus, bagaimana bisa mendengar jika tidak ada yang memperkatakan?

Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Rm 10:17),

Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. (Rm 10:10)

  1. Dengan memperkatakan, berarti menulis ke loh hati

Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu (Ams 3 : 3); lidahku ialah pena seorang jurutulis yang mahir. (Mzm 45:2)

3. Dengan memperkatakan Firman Tuhan berulang-ulang berarti sedang menabur benih ke dalam hati.

(Luk 8:11) Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah. (Luk 8:15) Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."

4. Dengan memperkatakan Firman, berarti kita memberi masukan pada pikiran untuk memikirkan hal-hal dari Roh.

mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. (Rm 8 : 5)

Catatan : dosa adalah hukum. Hukum berarti berlaku kapanpun, dimanapun. Hukum hanya dapat dipatahkan dengan kuasa hukum lain. Hukum tidak bisa dilawan. Dan mematahkan hukum dosa, hanya jika kita hidup dalam hukum Roh. Bagaimana memikirkan perkara dari Roh jika tidak ada input?

Merenungkan / meditasi :

  1. Hagah : mengucapkan dengan intonasi, mengimajinasikan, mengurai kata, mengunyah

Contoh: Maz 62:1, Yoh 3 : 16

- Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.

- Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

  1. Siyach : mengakui, merefleksikan, mempersonifikasi (Maz 119 : 15)
  2. Higgayon : menyanyikan (Maz 19 : 15)

Makanan keras vs susu ?

Heb 5:12 - 14 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Makanan keras bukan berarti yang sulit dipahami, tetapi yang membutuhkan proses mengunyah.

Pencuri impian

PENCURI IMPIAN
The Acesia

Ada seorang gadis muda yang sangat suka menari. Kepandaiannya menari sangat menonjol dibanding dengan rekan-2nya, sehingga dia seringkali menjadi juara di berbagai perlombaan yang diadakan. Dia berpikir, dengan apa yang dimilikinya saat ini, suatu saat apabila dewasa nanti dia ingin menjadi penari kelas dunia. Dia membayangkan dirinya menari di Rusia, Cina, Amerika, Jepang, serta ditonton oleh ribuan orang yang memberi tepuk tangan kepadanya.

Suatu hari, dikotanya dikunjungi oleh seorang pakar tari yang berasal dari luar negeri. Pakar ini sangatlah hebat, dan dari tangan dinginnya telah banyak dilahirkan penari-penari kelas dunia. Gadis muda ini ingin sekali menari dan menunjukkan kebolehannya di depan sang pakar tersebut, bahkan jika mungkin memperoleh kesempatan menjadi muridnya.

Akhirnya kesempatan itu datang juga. Si gadis muda berhasil menjumpai sang pakar di belakang panggung, seusai sebuah pagelaran tari. Si gadis muda bertanya "Pak, saya ingin sekali menjadi penari kelas dunia. Apakah anda punya waktu sejenak, untuk menilai saya menari ? Saya ingin tahu pendapat anda tentang tarian saya". "Oke, menarilah di depan saya selama 10 menit", jawab sang pakar.

Belum lagi 10 menit berlalu, sang pakar berdiri dari kursinya, lalu berlalu meninggalkan si gadis muda begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Betapa hancur si gadis muda melihat sikap sang pakar. Si gadis langsung berlari keluar. Pulang kerumah, dia langsung menangis tersedu-sedu. Dia menjadi benci terhadap dirinya sendiri. Ternyata tarian yang selama ini dia bangga-banggakan tidak ada apa-apanya di hadapan sang pakar. Kemudian dia ambil sepatu tarinya, dan dia lemparkan ke dalam gudang. Sejak saat itu, dia bersumpah tidak pernah akan lagi menari.

Puluhan tahun berlalu. Sang gadis muda kini telah menjadi ibu dengan tiga orang anak. Suaminya telah meninggal. Dan untuk menghidupi keluarganya, dia bekerja menjadi pelayan dari sebuah toko di sudut jalan.

Suatu hari, ada sebuah pagelaran tari yang diadakan di kota itu. Nampak sang pakar berada di antara para menari muda di belakang panggung. Sang pakar nampak tua, dengan rambutnya yang sudah putih. Si ibu muda dengan tiga anaknya juga datang ke pagelaran tari tersebut. Seusai acara, ibu ini membawa ketiga anaknya ke belakang panggung, mencari sang pakar, dan memperkenalkan ketiga anaknya kepada sang pakar. Sang pakar masih mengenali ibu muda ini, dan kemudian mereka bercerita secara akrab.

Si ibu bertanya ", Pak, ada satu pertanyaan yang mengganjal di hati saya. Ini tentang penampilan saya sewaktu menari di hadapan anda bertahun-tahun yang silam. Sebegitu jelekkah penampilan saya saat itu, sehingga anda langsung pergi meninggalkan saya begitu saja, tanpa mengatakan sepatah katapun ?".

"Oh ya, saya ingat peristiwanya. Terus terang, saya belum pernah melihat tarian seindah yang kamu lakukan waktu itu. Saya rasa kamu akan menjadi penari kelas dunia. Saya tidak mengerti mengapa kamu tiba-2 berhenti dari dunia tari", jawab sang pakar. Si ibu muda sangat terkejut mendengar jawaban sang pakar. "Ini tidak adil", seru si ibu muda. "Sikap anda telah mencuri semua impian saya. Kalau memang tarian saya bagus, mengapa anda meninggalkan saya begitu saja ketika saya baru menari beberapa menit.

Anda seharusnya memuji saya, dan bukan mengacuhkan saya begitu saja. Mestinya saya bisa menjadi penari kelas dunia. Bukan hanya menjadi pelayan toko !".

Si pakar menjawab lagi dengan tenang "Tidak ?. Tidak, saya rasa saya telah berbuat dengan benar. ANDA TIDAK HARUS MINUM ANGGUR SATU BAREL UNTUK MEMBUKTIKAN ANGGUR ITU ENAK. Demikian juga saya. Saya tidak harus menonton anda 10 menit untuk membuktikan tarian anda bagus. Malam itu saya juga sangat lelah setelah pertunjukkan. Maka sejenak saya tinggalkan anda, untuk mengambil kartu nama saya, dan berharap anda mau menghubungi saya lagi keesokan hari. Tapi anda sudah pergi ketika saya keluar. Dan satu hal yang perlu anda camkan, bahwa ANDA MESTINYA FOKUS PADA IMPIAN ANDA, BUKAN PADA UCAPAN ATAU TINDAKAN SAYA.

Lalu pujian ? Kamu mengharapkan pujian ? Ah, waktu itu kamu sedang bertumbuh. PUJIAN ITU SEPERTI PEDANG BERMATA DUA. ADA KALANYA MEMOTIVASIMU, BISA PULA MELEMAHKANMU. Dan faktanya saya melihat bahwa sebagian besar PUJIAN YANG DIBERIKAN PADA SAAT SESEORANG SEDANG BERTUMBUH, HANYA AKAN MEMBUAT DIRINYA PUAS DAN PERTUMBUHANNYA BERHENTI. SAYA JUSTRU LEBIH SUKA MENGACUHKANMU, AGAR HAL ITU BISA MELECUTMU BERTUMBUH LEBIH CEPAT LAGI.

Lagipula, pujian itu sepantasnya datang dari keinginan saya sendiri. TIDAK PANTAS ANDA MEMINTA PUJIAN DARI ORANG LAIN".

"Anda lihat, ini sebenarnya hanyalah masalah sepele. Seandainya anda pada waktu itu tidak menghiraukan apa yang terjadi dan tetap menari, mungkin hariini anda sudah menjadi penari kelas dunia. MUNGKIN ANDA SAKIT HATI PADA WAKTU ITU, TAPI SAKIT HATI ANDA AKAN CEPAT HILANG BEGITU ANDA BERLATIH KEMBALI. TAPI SAKIT HATI KARENA PENYESALAN ANDA HARI INI TIDAK AKAN PERNAH BISA HILANG SELAMA-LAMANYA ??..".

Purpose Driven Life

Dalam sebuah wawancara dengan Paul Bradshaw, Rick Warren mengatakan:

Orang-orang bertanya kepada saya, apa tujuan dari hidup? Dan jawab saya adalah: secara ringkas, hidup adalah persiapan untuk kekekalan. Kita diciptakan untuk hidup selama-lamanya, dan Tuhan menginginkan kita untuk bersama-sama dengan Dia di surga. Suatu hari jantung saya akan berhenti, dan itu akan menjadi akhir dari tubuh saya tapi bukan akhir dari saya.

Saya mungkin hidup 60 sampai 100 tahun di bumi, tapi saya akan menghabiskan trilyunan tahun dalam kekekalan. Ini adalah sekedar pemanasan, persiapan untuk yang sesungguhnya.

Allah menginginkan kita melatih di dunia apa yang akan kita lakukan selamanya dalam kekekalan. Kita diciptakan oleh Allah dan untuk Allah, dan sampai engkau bisa memahami hal itu, hidup tidak akan pernah masuk akal.

Hidup adalah sebuah seri dari masalah-masalah: apakah engkau sedang dalam masalah sekarang, baru saja selesai dari satu masalah, atau akan segera masuk dalam satu masalah.

Alasan untuk ini adalah: Tuhan lebih tertarik kepada karaktermu daripada kesenangan / kenyamanan hidupmu.

Tuhan lebih tertarik untuk membuat hidupmu suci daripada membuat hidupmu senang. Kita bisa cukup senang di dunia, tapi itu bukanlah tujuan dari hidup. Tujuannya adalah pertumbuhan karakter, dalam kemiripan kepada Kristus.

Setahun terakhir ini telah menjadi tahun yang paling hebat dalam hidup saya tapi juga tahun yang paling sulit, dengan istri saya, Kay, terkena kanker.

Dulu saya terbiasa berpikir bahwa hidup adalah bukit dan lembah suatu saat kamu melalui masa-masa gelap, kemudian kamu naik ke puncak, bolak-balik seperti itu. Saya tidak percaya itu lagi.

Hidup bukannya dalam bentuk bukit dan lembah, sekarang saya percaya bahwa hidup adalah seperti 2 rel di rel kereta api, dan pada setiap waktu kamu mengalami sesuatu yang baik dan sesuatu yang buruk dalam hidupmu. Tidak penting seberapa baiknya berbagai hal terjadi dalam hidupmu, selalu ada hal-hal yang buruk yang perlu diselesaikan.

Dan tidak perduli seberapa buruknya yang terjadi dalam hidupmu, selalu ada sesuatu yang baik dimana engkau bisa bersyukur kepada Tuhan.

Engkau bisa fokus pada tujuan hidupmu, atau engkau bisa fokus pada masalahmu.

Jika engkau fokus pada masalahmu, engkau akan menjadi terpusat pada dirimu (self-centeredness), masalahku, urusanku, sakitku.

Tapi satu cara yang paling mudah untuk menyingkirkan rasa sakit itu adalah dengan melepaskan fokusmu pada dirimu sendiri dan mulai memfokuskan diri kepada Allah dan kepada sesama.

Kami dengan cepat menemukan bahwa walaupun didoakan oleh ratusan ribu orang, Tuhan tidak akan menyembuhkan Kay atau meringankan penderitaannya. Keadaan sangat sulit untuk dia, tapi Allah sudah memperkuat karakternya, memberinya pelayanan menolong orang lain, memberinya sebuah kesaksian, menarik dia lebih dekat lagi kepada Allah dan kepada sesama.

Engkau harus belajar untuk berhadapan dengan hal yang baik maupun yang buruk dalam hidup. Sebenarnya, terkadang berurusan dengan yang baik bisa lebih sulit.

Sebagai contoh, dalam setahun terakhir ini, secara begitu tiba-tiba, ketika sebuah buku terjual 15 juta buah, hal itu membuat saya langsung sangat kaya. Itu juga membawa banyak kepopuleran yang belum pernah saya hadapi sebelumnya. Saya pikir Allah tidak memberimu uang ataupun kepopuleran untuk ego dirimu sendiri atau untuk engkau hidup enak-enakan.

Jadi saya mulai bertanya kepada Allah apa yang Ia inginkan untuk saya lakukan dengan uang, kepopuleran, dan pengaruh ini. Dia memberiku 2 pasal yang berbeda yang menolong saya menentukan apa yang harus dilakukan, 2 Korintus 9 dan Mazmur 72.

*Pertama, meskipun ada begitu banyak uang yang kami terima, kami tidak akan mengubah gaya hidup kami sedikitpun. Kami tidak melakukan pembelian besar apapun.

*Kedua, mulai sekitar tengah tahun lalu, saya berhenti mengambil gaji dari gereja.

*Ketiga, kami mendirikan yayasan-yayasan untuk mendanai sebuah inisiatif yang kami sebut The Peace Plan: untuk mendirikan gereja, memperlengkapi pemimpin-pemimpin, menolong orang miskin, merawat yang sakit, dan mendidik generasi masa depan.

*Keempat, saya menjumlahkan semua yang telah gereja bayarkan kepada saya selama 24 tahun sejak saya memulai gereja, dan saya mengembalikan semuanya. Terasa sangat membebaskan untuk bisa melayani Allah secara cuma-cuma.

Kita harus bertanya pada diri kita: Apakah saya akan hidup untuk kekayaan? Popularitas? Apakah saya akan diarahkan oleh tekanan? Perasaan bersalah? Kepahitan? Materialisme?

Atau saya akan diarahkan oleh rencana-rencana Allah untuk hidup saya? Ketika saya bangun pagi, saya duduk di sisi tempat tidur saya dan berkata, Tuhan, jika saya tidak menyelesaikan satu halpun pada hari ini, saya ingin mengenal Engkau lebih lagi dan mengasihi Engkau lebih lagi. Tuhan tidak meletakkanmu di bumi hanya untuk mengisi daftar hal-hal yang harus dikerjakan. Dia lebih tertarik kepada siapa saya daripada apa yang saya lakukan. Karena itulah kita disebut human beings, bukan human doings.

Dalam masa-masa yang menyenangkan, PUJI TUHAN.
Dalam masa-masa sulit, CARI TUHAN.
Dalam masa-masa tenang, SEMBAH TUHAN.
Dalam masa-masa yang menyakitkan, PERCAYAI TUHAN.
Setiap saat, BERSYUKURLAH KEPADA TUHAN.

Siapapun kamu, mainkan peranmu

Dalam sebuah renungan yang di tulis oleh Dr. R.W. De Haan, ketika ia mengutip sebuah ayat, Jangan sesat! Allah tidak membiarkan dirinya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. (Galatia 6: 7)

Lalu Dr. De Haan membuat suatu perbandingan dari dua orang, yang satu bernama Jonathan Edwards dan satu lagi Max Jukes.

  • Jonathan Edwards berasal dari keluarga yang berpendidikan dan Kristen. Dari 1394 keturunannya, 13 diantaranya president dari Colleges, 65 orang professors, 60 orang lawyer, 32 orang penulis buku, 90 orang dokter, 300 orang petani dan 200 orang pendeta/penginjil.
  • Max Jukes yang mempunyai nama jelek dikalangan masyarakat. Dari 903 keturunannya, 300 orang diantaranya penjahat, 145 orang peminum berat, 90 pelacur, 285 orang memiliki penyakit jiwa, 100 orang tahanan penjara dengan rata-rata 13 tahun.

Rantai Keselamatan Pemenang Jiwa :


1. Edward Kimball,
2. Dwight L Moody,

3. Frederick B Meyer,

4. J Wilbur Chapman,

5. Billy Sunday,

6. Mordechai Ham,

7. Billy Graham

Seorang guru Sekolah Minggu bernama Edward Kimball juga tak pernah merasa bahwa hidupnya memberi pengaruh. Namun paling tidak ia berhasil membawa seorang karyawan toko sepatu kepada Kristus pada tahun 1858. Karyawan itu, Dwight L. Moody, menjadi penginjil, dan pada tahun 1879 Moody membangkitkan semangat penginjilan bagi F.B. Meyer, pendeta sebuah gereja kecil di New England. Meyer berkhotbah di sebuah kampus dan memenangkan J. Wilbur Chapman.

Ketika Chapman terlibat dalam pelayanan di YMCA, ia memakai mantan pemain bisbol bernama Billy Sunday untuk membantu menyelenggarakan kebaktian-kebaktian penginjilan. Sunday mengadakan rangkaian kebaktian di Charlotte, North Carolina, dan beberapa orang begitu terkesan sehingga mereka ingin mengadakannya lagi. Kali ini mereka mengundang Mordecai F. Ham untuk berkhotbah.

Dalam salah satu kebaktian, seorang anak muda bernama Billy Graham menyerahkan hidupnya kepada Kristus. Sejak itu, berjuta-juta orang mendengarkan Injil melalui pelayanan Billy Graham. Kimball telah mengawali sebuah rangkaian pengaruh yang luar biasa! Anda pun dapat melakukannya. Sesungguhnya mungkin Anda telah membuat pengaruh yang lebih besar dari yang Anda perkirakan.

Dalam 1 biji tersimpan potensi 1 hutan. Hidup yang kita jalani sekarang, memiliki konsekuensi bagi generasi mendatang. Kapasitas kita mungkin tidak sama dengan Billy Graham, pemenang jiwa ribuan orang, namun dari ketaatan orang "biasa" bisa merajut rantai keselamatan.

Jadi siapapun kamu, dimanapun Tuhan tetapkan, mainkan peranmu! Ketahuilah kehendak Tuhan dalam hidupmu dan generasimu. Tidak relevan adalah dosa, karena meleset dari apa yang Tuhan mau.

Siapapun kamu, kamu bisa berperan!
Tuhan menerima, mengasihi, mengingat, mengangkat dirimu, meskipun kamu seperti :
1. Petrus, seorang yang pernah menyangkal (-mengkhianati) Yesus. Kita mungkin tidak pernah menyangkal kenal Tuhan tetapi melalui tindakan dosa kita telah mengkhianati Tuhan.
2. Thomas, seorang yang belum mau percaya sebelum melihat
3. Dua orang murid (Kleopas cs) yang berjalan ke Emaus, yang pernah kecewa, hilang harapan saat Yesus tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan. (Luk 24:13-35)
4. Murid-murid, yang berkumpul dan mengunci diri, mereka yang sedang mengalami tekanan, dan bimbang, ragu, takut untuk menghadapi aniaya/persoalan. Yang memilih untuk berdiam/undur, saat yang mereka alami tidak lagi nyaman.
5. Maria Magdalena, yang saat masalah terjadi, merasa Yesus yang meninggalkannya.

Pada mereka, Tuhan punya banyak cara untuk membawa kembali mereka, menyadarkan mereka bahwa Tuhan mengasihi mereka, Dia tidak marah pada Petrus yang menyangkalnya, Dia tidak mencoretnya. Dia juga senantiasa berada ditengah-tengah muridNya, Dia tidak pernah meninggalkan mereka saat mereka tidak bisa melihat penyertaanNya. Kepada mereka, Tuhan secara khusus menampakkan diriNya setelah Ia bangkit dari kubur. Dalam keterpurukan mereka, dalam kesedihan, dan kebimbangan, Yesus memulihkan dan memberikan mereka peran.
Rom 11:29 Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya.

Kedatangan Yesus dalam hidup seseorang, mengubahkan hidup, dan memberi makna
Luk 8:26 - 39 Lalu mendaratlah Yesus dan murid-murid-Nya di tanah orang Gerasa yang terletak di seberang Galilea. Setelah Yesus naik ke darat, datanglah seorang laki-laki dari kota itu menemui Dia; orang itu dirasuki oleh setan-setan dan sudah lama ia tidak berpakaian dan tidak tinggal dalam rumah, tetapi dalam pekuburan. Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu tersungkur di hadapan-Nya dan berkata dengan suara keras: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku." Ia berkata demikian sebab Yesus memerintahkan roh jahat itu keluar dari orang itu. Karena sering roh itu menyeret-nyeret dia, maka untuk menjaganya, ia dirantai dan dibelenggu, tetapi ia memutuskan segala pengikat itu dan ia dihalau oleh setan itu ke tempat-tempat yang sunyi. Dan Yesus bertanya kepadanya: "Siapakah namamu?" Jawabnya: "Legion," karena ia kerasukan banyak setan. Lalu setan-setan itu memohon kepada Yesus, supaya Ia jangan memerintahkan mereka masuk ke dalam jurang maut. Adalah di sana sejumlah besar babi sedang mencari makan di lereng gunung, lalu setan-setan itu meminta kepada Yesus, supaya Ia memperkenankan mereka memasuki babi-babi itu. Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah setan-setan itu dari orang itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau lalu mati lemas. Setelah penjaga-penjaga babi itu melihat apa yang telah terjadi, mereka lari lalu menceritakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Dan keluarlah orang-orang untuk melihat apa yang telah terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan mereka menjumpai orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu duduk di kaki Yesus; ia telah berpakaian dan sudah waras. Maka takutlah mereka. Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu memberitahukan kepada mereka, bagaimana orang yang dirasuk setan itu telah diselamatkan. Lalu seluruh penduduk daerah Gerasa meminta kepada Yesus, supaya Ia meninggalkan mereka, sebab mereka sangat ketakutan. Maka naiklah Ia ke dalam perahu, lalu berlayar kembali. Dan orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu meminta supaya ia diperkenankan menyertai-Nya. Tetapi Yesus menyuruh dia pergi, kata-Nya: "Pulanglah ke rumahmu dan ceriterakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu." Orang itupun pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya.

Yesus khusus datang bagi mereka yang berdosa, yang jauh darinya, yang hidupnya melakukan pekerjaan setan. Itulah kasih karunia. Kedatangannya mengubahkan hidup seseorang secara tuntas dan holistik.
Yang Ia perbuat caranya tidak selalu sensional, tetapi apa yang Ia kerjakan dalam hidup seseorang hasilnya bisa dilihat banyak orang (sensasional).
Ia tidak mau orang yang telah mengalami pemulihan, perjumpaan dengan Tuhan hanyamenyimpan sebagai sebuah pengalaman. Tetapi sejak seseorang mengalami Kristus, maka iabisa menjadi saksi Kristus yaitu menceritakan apa yang Yesus pernah perbuat dalam hidupnya.

Ketika cawan tak berlalu

Sering kita diajar, dan telah menjadi keyakinan. Jika kita berdoa, Tuhan menjawab dan masalah berlalu.

padahal saat Yesus punya "masalah", Yesus berdoa. Tetapi "masalah" tidak diangkat dariNya, tetapi Yesus harus hadapi. Golgota tetap Golgota yang Yesus harus hadapi. Bapa tidak mengubah Golgota, tetapi Bapa beri kekuatan pada AnakNya untuk menghadapi.

Namun, saat Dia terus melangkah dalam ketaatan, menghadapi persoalan maka meski Golgota tidak berubah, tetapi hidupNya tetap jadi kesaksian-jadi berkat, menyelamatkan penjahat yang disalibkan. Kemuliaan tidak selalu berupa anugerah untuk tidak menghadapi persoalan


Kita tidak disebut sebagai pengikut Kristus jika hanya membuat 1 x keputusan untuk mengikutinya, tidak cukup hanya 1x langkah perubahan, tetapi saat kita terus melihat dan mengikuti setiap tapak jejak yang ditinggalkanNya bagi kita.

Hidup ibarat tuts hitam dan putih di piano, andaikan tuts hitam adalah kesedihan dan putih adalah kebahagiaan. Namun, jika Tuhan yang memainkannya, tuts hitampun akan menghasilkan nada yang indah. Keindahan hidup ini ditentukan dr keduanya, setiap orang memiliki ritme, nada tersendiri kapan tuts hitam dan putih itu menghasilkan nada.

Kehadiran Tuhan

dalam diri seseorang Tuhan menyatakan kuasaNya,

dalam 2 orang melalui mereka Tuhan menyatakan kasihNya,

dan dalam 3 orang atau lebih, Tuhan menyatakan Dia Tuhan yang berkomunitas.

Untuk apa ?

beberapa kalangan memperdebatkan mengenai 10% (perpuluhan), namun prioritas/pengelolaan dalam menggunakan 90% itu akan menunjukkan siapa dan apa di hati kita. Dari situ pula terlihat masa depanmu.

Dimana hartamu berada disitulah hatimu berada.

Tindakan membuat perbedaan

Kapan mukzizat terjadi bagi Petrus, sehingga ia bisa berjalan di atas air?
Saat ia berani memutuskan untuk melangkah keluar dari perahu kenyamanannya.

Dalam badai sekalipun, Tuhan tidak memiliki maksud jahat, rencana yang mendatangkan kecelakaan. Tetapi Ia menantang kita, Ia memberikan kesempatan bagi kita untuk naik kelas, naik level, beroperasi sama seperti Dia.

Take Action, Mukzizat Terjadi!

Kapan seseorang memiliki "tambahan energi", memiliki dorongan yang kuat dan segera mengambil keputusan dan melangkah?
- Saat tidak ada pilihan lain, saat hal itu "harus diputuskan sekarang"

Sebuah kisah menarik dalam 2 Raj 6 : 24 - 7 :20


Apa yang membikin empat orang kusta adalah yang pertama menikmati mukzizat?
Karena mereka tidak ada pilihan lain. Mati adalah kepastian. Mereka duduk di pintu gerbang, atau kota akan tetap mati. Tetapi daripada mereka mati konyol, mereka memilih untuk bertindak, karena mereka percaya, dalam setiap tindakan yang diambil akan ada kemungkinan perbedaan hasil.

Menurut Einstein Adalah gila(hny orang gila yang beranggapan), jika mengharapkan hasil yang berbeda namun tidak melakukan tindakan yang berbeda.

Mereka memilih mengambil tindakan, mereka tidak hanya menunggu orang lain bukti dari orang lain, mereka memilih untuk bertindak "Sekarang", mereka memilih tidak kecewa, mereka memilih tidak menyalahkan keadaan, tetapi mereka memilih untuk sadar bahwa bersama Tuhan ada kemungkinan, bersama Tuhan sesuatu bisa terjadi, mukzizat bisa terjadi, ada harapan di dalam Tuhan. Tuhan adalah Tuhan, atas segala kondisi.

Tindakan menunjukkan:
1. Apa keyakinanmu
2. Masa depanmu
bandingkan dengan perwira yang menjadi ajudan raja, dia memakan hasil perkataannya, dia menuai apa yang dia yakini. Dia melihat tetapi tidak menikmati mukzizat.

Iman tanpa perbuatan adalah mati. Sama seperti berapapun dikalikan nol akan menghasilkan nol. Berapa banyak teori tanpa praktek adalah sia-sia. Mulailah tindakan dari hal-hal kecil, dari diri sendiri dan sekarang.

Penghalang seseorang mengambil keputusan dan berakibat ia mendapatkan hasil yang berbeda:
adalah sebuah kata " Tetapi"

Luk 9:61-62 Dan seorang lain lagi berkata: "Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."

Awal dari tindakan adalah keputusan. Menabur pikiran menuai tindakan, apa yang kita masukkan dalam pemikiran dan perasaan kita itu akan mempengaruhi keputusan yang kita ambil.

Saat kita berdoa, kita mengharapkan perubahan. Saat Tuhan menjawab doa, Iapun berharap ada perubahan didalam kita
Seperti saat Petrus berdoa (Kis 10), turunlah jawaban doa.
Namun Petrus memutuskan yang berbeda dari apa yang Tuhan mau dalam hidupnya.
Saat Tuhan berurusan dengan kita, yang menghalangi kita menerima anugerah , salah satunya adalah: tradisi, pemikiran yang tidak mau berubah, yang tidak mau melihat dari sisi yang lain.

Akibatnya :
Gal 2 : 7 Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat

"Seorang pionir bisa kehilangan mandat" hanya karena sebuah keputusan !

Masa depan tidak ditentukan oleh masa lalu. Tetapi apa yang kita putuskan dan langkah awal kita menentukan masa depan kita.

Pentingnya mengambil keputusan, oleh sebab itu dalam masalah, jadilah tenang supaya kamu bisa berdoa, dalam doa engkau sedang menyelaraskan pandanganmu dengan bagaimana Tuhan memandang masalah kita, karena memakai sudut pandang Tuhan, maka Tuhan yang adalah Jalan, maka kita akan menemukan jalan keluar dari sudut pandangnya pula. Jika tidak tenang, perasaan yang tidak tepat, akan mempengaruhi keputusan yang akan diambil. Masa depan ditentukan dari keputusan pribadi, bukan keputusan bersama.